Terseret Arus Laut hingga Pulau Enggano, Jenazah ABK Kapal Jurnalis Akhirnya Dikawal Polri ke Rumah Duka

JAKARTA — Misteri hilangnya Surakman (60), Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang mengangkut rombongan jurnalis di perairan Gunung Anak Krakatau, resmi terungkap. Usai jasadnya terdampar di Pulau Enggano akibat terseret arus laut Samudra Hindia, jajaran Polri bersama Tim DVI memfasilitasi pengawalan pemulangan jenazah hingga diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga di Banten.
Surakman sebelumnya dilaporkan hilang kontak sejak awal September 2026 saat mengemudikan kapal pembawa rombongan jurnalis di area perairan Selat Sunda. Berdasarkan penjelasan analisis cuaca dan maritim, penyebab jasad korban dapat ditemukan sangat jauh di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu Utara, disebabkan oleh tingginya gelombang laut yang mencapai 2,5 hingga 4 meter serta dorongan angin dan arus permukaan laut yang kuat dari Selat Sunda menuju Samudra Hindia.
Penemuan jasad tanpa identitas tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri melalui uji kecocokan DNA dengan sampel genetik keluarga biologis. Setelah hasil identifikasi dinyatakan cocok (match), Polri mendampingi seluruh rangkaian pemulangan jenazah yang diterbangkan dari Bengkulu menuju Jakarta, sebelum diberangkatkan dengan ambulans menuju rumah duka di Pandeglang. Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengawalan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian serta pelayanan terbaik bagi keluarga korban yang ditinggalkan.
Berita Terkait
Bagikan berita:


